Pekerjaan rumah yang paling malas kukerjakan...menyetrika..
"Bajunya dah kering tuh, diangkatin yah.." suamiku memberitahu.
"Eh, ntar aja..ntar aja..."
"Loh kenapa? Keburu kena hujan ntar basah lagi"
"Masih males nih, kan kalau udah diangkat, trus harus disetrika, yahhh...belum ada mood...!"
"Disetrika? Apa sih disetrika?" Dasar Malay ternyata kosa kata itu ga ada di kamusnya.
"Itu loh gosok baju, kalo abis dicuci kan di licinin pake ini nih" kataku sambil menunjuk ke setrikanya.
"oh..ironing" Alaaahhhhh...bahasa Inggris pulak...
"Knapa siy setrika aja malas?" Loh dah mulai brani pakai kosakata yang baru dipelajari, ati2 salah eja loh...
"Gemes kalo keliatan masih kusut"
"Kan bisa disemprot pake air"
"Iya siy, tapi masih males nih..lipat-lipatnya, apalagi kemeja kan banyak tuh bagian2 yang musti disetrika"
"Alamakkkk...gitu aja, sini aku aja deh yang ironing" Eh, dia kembali lagi ke kosakatanya semula.
Mulailah suamiku sambil bernyanyi menyetrika....kuperhatikan ko kayaknya gampang banget yah..Mmmm...apa karena pake papan setrika yang betulan ya? Karena papan setrika yang ada di rumah Bapak bukanlah yang sesungguhnya, hanya modifikasi saja agar bisa multifungsi, lemari dan atasnya dijadikan meja untuk setrika deh...Lain lagi di kos-kosan ku dulu, setrikanya sambil duduk di bawah and dialasi dengan selimut tebal, jadinya badan cepet capai, serba salah mau duduk model apa, pokoknya menyetrika jadi kegiatan yang paling aku sebelin deh..kalo bisa dilakukan setahun sekali aja...
Dengan lihainya kemeja-kemeja itu diselesaikan suamiku dengan cepat, ooohhh...itu yah fungsi papan setrika yang sesungguhnya, jadi kenapa ujungnya lancip karena bisa menahan bagian atas kemeja, kalau untuk celana bisa dimasukin ke lubang celananya...trus tinggi rendah papan bisa disesuaikan dengan ketinggian si penyetrika supaya ergonomis gitu loh (ergonomis kata org teknis industri = posisi uenak & pas untuk melakukan sesuatu..hayoo apa...)
Ternyata menyetrika tak sesusah yang kusangka..capeee dehhhhh...